Pembangunan infrastruktur adalah hal yang penting untuk kemajuan suatu negara. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa proyek pembangunan dapat berdampak negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan pengembang proyek untuk meninjau kembali proyek-proyek tersebut agar dapat mengurangi dampak negatifnya.
Salah satu proyek pembangunan yang berdampak negatif bagi lingkungan adalah proyek pembangunan jalan tol di daerah hutan lindung. Menurut penelitian dari Greenpeace Indonesia, proyek pembangunan jalan tol tersebut dapat mengancam keberlangsungan ekosistem hutan lindung dan habitat satwa liar yang ada di dalamnya. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi para aktivis lingkungan.
Menurut Prof. Dr. Emil Salim, seorang pakar lingkungan dari Universitas Indonesia, proyek pembangunan yang berdampak negatif bagi lingkungan harus ditinjau ulang untuk memastikan bahwa dampak negatifnya dapat diminimalkan. “Keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan harus selalu dijaga agar tidak terjadi kerusakan yang tidak dapat diperbaiki di kemudian hari,” ujar Prof. Emil.
Selain itu, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Dr. Syarkawi Rauf, juga menekankan pentingnya meninjau kembali proyek pembangunan yang berdampak negatif bagi lingkungan. “Pemerintah dan pengembang proyek harus bertanggung jawab atas dampak-dampak negatif yang ditimbulkan oleh proyek pembangunan tersebut. Kepentingan lingkungan harus diletakkan di atas segalanya,” kata Dr. Syarkawi.
Dengan demikian, meninjau kembali proyek pembangunan yang berdampak negatif bagi lingkungan bukanlah hal yang sia-sia. Hal ini akan membantu menjaga keberlangsungan lingkungan hidup serta mencegah terjadinya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki di masa depan. Sebagai masyarakat, kita juga perlu turut serta dalam mengawasi dan mengawal proyek-proyek pembangunan agar tetap berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan. Semoga dengan langkah-langkah tersebut, kita dapat menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.